penyediaan bahan bakar di langit

By | 30/03/2019

penyediaan materi bakar di langit, tersedialah cara memindahkan bahan bakar dari satu pesawat (tangker) ke kapal terbang lain (penerima) saat melakukan penerbangan.
cara ini memungkinkan burung besi penerima untuk terbang lebih lama, memberi jangka jangkau atau waktu operasinya. Sebuah seri dari penyediaan bahan bakar di udara hanya dibatasi oleh faktor kekelahan oleh awak kapal terbang dan faktor mesin layaknya konsumsi oli mesin. Karena kapal terbang penerima bisa menambah bahan bakar di langit, pengisian bahan bakar di langit dapat memungkinkan kapal terbang lepas landas bersama muatan tambahan seperti senjata, kargo atau personel; dan berat maksimum lepas landas dapat diatasi bersama mengurangi bahan bakar dan mengisinya balik di udara. Alternatifnya, jarak tempuh di landasan pacu dapat dikurangi saat lepas landas karena beban yang lebih ringan saat lepas landas.

Dua metode dasar penyediaan bahan bakar di langit adalah satelit dan parasut, yang kian mudah diadaptasi jet yang telah tersedia, dan boom terbang, yang menawarkan kecepatan pemindahan bahan bakar kian besar, namun membutuhkan operator stasiun spesial.

Umumnya, kapal terbang penyedia materi bakar dirancang spesial untuk tugas tersebut, msekipun peralatan pengisian materi bakar dapat dipasang di burung besi yang telah ada jika yang dipakai metode satelit dan parasut. Biaya bagi memperdari peralatan penyediaan materi bakar di kapal terbang tangker dan pemintanya dan penanganan spesial pada pesawat yang melakukan pengisian materi bakar (bekerja dalam formasi penerbangan yang sangat dekat) membuat aktivitas ini hanya bisa digunakan pada operasi militer. Saat ini belum pernah dijumpai aktivitas penyediaan materi bakar di udara di penerbangan sipil reguler. Awalnya dilakukan sesaat sebelum tempur Dunia II dimulai dalam ukuran sangat terbatas bagi kapal terbang sipil Inggris Trans-Atlantik, dan kemudian setelah tempur Dunia II dipakai dengan luas untuk menambahn jangka tempuh pesawat pembom strategis, pengisian materi bakar sejak tempur Vietnam sudah secara ekstensif dipakai dalam operasi militer skala besar untuk berbgai macam operasi militer yang berbeda.

Sejarah dan Pengembangan

Eksperimen awal
Capt. Lowell H. Smith dan Lt. John P. Richter memperoleh penyediaan materi bakar di langit pertama di 27 juni 1923, oleh suatu jet yang diterbangkan dari Letnan Pertama Virgil Hine dan Letnan Pertama Frank W. Seifert

Beberapa uji coba awal dalam penyediaan bahan bakar di udara dilakukan di tahun 1920an; dua jet dalam kecepatan rendah terbang dalam formasi, dengan sebuah selang diturunkan dari tangki bahan bakar yang dibawa dengan tangan dan ditempatkan dalam lubang penyediaan materi bakar pesawat yang lain. Pengisian bahan bakar di langit pertama antara dua pesawat terjadi di 27 juni 1923, antara dua pesawat bersayap ganda Airco DH-4B milik Layanan Penerbangan Angkatan Darat AS.

Sebuah rekor kebandelan dilakukan oleh tiga DH-4B (sebuah penerima dan dua tangker) pada 27-28 Agustus 1923, di mana kapal terbang peminta tetap menglangit selama lebih dari 37 jam menggunakan sembilan pengusian materi bakar di udara bagi memindahkan 687 galon bahan bakar kapal terbang dan 38 galon oli mesin. Awak yang sama mempertunjukkan peralatan oleh teknik ini di 25 Oktober 1923, ketika sebuah DH-4 terbang oleh Sumas, Washington, di perbatasan Kanada menuju Tijuana, Meksiko, dan mendarat di San Diego, menggunakan penyediaan bahan bakar di udara di atas Eugene, Oregon, dan Sakramento, Kalifornia.

dekade 1929, sekelompok penerbangan Korp langit Angkatan Darat AS, yang dipimpin dari Mayor Carl Spaatz, menghasilkan rekor ketahanan selama kian dari 150 bersama Question Mark di atas Los Angeles. Antara 11 Juni hingga 4 Juli 1930, empat bersalangit John, Kenneth, Albert, dan Walter Hunter mencetak catatan penerbangan 553 jam 40 menit di atas Chicago memakai dua Stinson SM-1 Detroiters sebagai tangker dan peminta. penyediaan bahan bakar di udara tetap menjadi hal yang berbahaya hingga dekade 1935 saat Fred dan Al Keybersalangit mempertunjukkan mulut pipa nengisian bahan bakar anti tumpah, yang dirancang dari A. D. Hunter. Mereka melewati rekor Hunters hampir 100 jam dalam suatu jet bersayap tunggal Curtiss Robin, tetap menglangit selama kian oleh 27 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *