Mengenal 4 Keunikan Siwaluh Jabu, Rumah Adat Karo

By | 05/08/2018

Anda pasti tahukan bahwa suku yang paling populer di Sumatera Utara dalah Suku Batak. Dari sana suku masih banyak terbagi lagi menjadi beberapa, salah satunya adakah Batak Karo. Berbicara soal suku dan adat, setiap suku di Indonesia memiliki budaya dan keunikannya tersendiri. Salah satu yang sangat dijaga kelestariannya adalah rumah adat.

Dengan adanya rumah adat ini masyarakat jaman dahulu bisa menunjukan contoh dari sebuah rumah adat yang kaya akan filosofi, serta rumah yang digunakan masyarakat dulu untuk berlindung atau untuk berteduh dan melakukan berbagai aktifitas. Dalam artikel ini akan kita bahas keunikan dari rumah adat karo.

1. Bertiang Tinggi dan MegahRumah Adat Karo

Keunikan rumah adat Karo yang pertama adalah rumah tersebut menggunakan tiang yang tinggi sehingga terkesan menjadi sebuah rumah adat yang megah. Hal ini bukan tidak ada alasannya, biasanya masyarakat Karo menghuni rumah tersebut untuk sebuah keluarga besar. Dalam satu rumah bisa terdiri dari 4-8 keluarga mulai dari anak kemudian cucu-cucu serta menantunya.

Wajar saja jika rumah tersebut dibangun menggunakan tiang tinggi. Sehingga rumah tidak terlalu sesak untuk menampung banyak orang. Apalagi jika keluarga tersebut memang memiliki anak yang banyak. Tentu anda tahu masyarakat jaman dahulu masih belum menggunakan program keluarga berencana untuk memiliki anak.

2. Tidak ada Batasan

Masuk ke keunikan selanjutnya adalah rumah adat Karo tidak menggunakan sekatan satu ruangan lepas. Dimana rumah megah ini tetap menggunakan sekat di dalam rumah untuk menandakan bahwa itu ruang dapur, ruang tamu ataupun ruang keluarga.

Tetapi batasan itu hanya digunakan untuk meyakni bahwa sekat di batasi oleh garis-garis adat istiadat yang kuat, meski garis itu tak terlihat. Sehingga mereka tidak perlu menyekat menggunakan papan atau kayu secara fisik. Di bagian ruang atau rumah sudah ada masing-masing ruangan mempunyai nama dan siapa yang berhak menempati ruang tersebut sehingga tidak ada masalah.

3. Terbuat dari Ijuk

Meskipun mewah atau megah namun anda tentu tahu bahwa rumah adat khususnya Karo tidak akan jauh-jauh materialnya dari alam atau terbuat dari bahan alam. Untuk rumah adat Karo sendiri menggunakan bahan dari alam yang berukuran besa.

Contoh bahan yang bisa dimanfaatkan misanya Kayu untuk membangun tiang – tiang dan struktur rumah, mengingat tiang haruslah megah agar bisa membangun rumah yang besar dan juga megah. Selain itu juga alasan pemilihan kayu karena ukurannya besar dan kuat. Untuk bagian tangga, serambi, terbuat dari Bambu dan bagian dinding rumah serta lantai terbuat dari kayu atau papan dari kayu, keunikan lainnya ditambah dari rumah adat yang menggunakan ijuk sampai menjuntai ke sisi rumah.

4. Pembagian Ruang yang Berbeda

Karena rumah adat selalu penuh dengan filosofi begitupun dengan pembagian ruangsesuai dengan kebutuhan dan juga masing-masing peranan di rumah Seperti halnya Jabu bena kayu dimana ruangan tersebut terletak di depan sebelah kiri. Untuk yang berhak menempati ruangan ini adalah keluarga yang dinobatkan sebagai pengulu atau pemimpin rumah tersebut.

Adapun Jabu sedapur bena kayu adalah ruangan berikutnya yang satu dengan jabu bena kayu, banyak masyakarat Karo juga menamainya sebagai Sinenggel-ninggel. Ruang ini dimiliki oleh Senina atau saudara yang bertindak sebagai wakil pemimpin rumah yang membantu tugas pemimpin. Di bagian depan ruangan ini terdapat satu dapur yang digunakan oleh keduanya dan masih banyak pembagian ruang lainnya sesuai dengan jabatan atau kewajibannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *